Iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Jawab Aspirasi Masyarakat Madura, DPR RI Eric Hermawan Beri Arahan Solusi Masalah Kekinian

Suara Perubahan
22 Jun 2026, 07:09 WIB Last Updated 2026-06-24T10:13:38Z
iklan

dpr ri, eric hermawan,
Anggota DPR RI, Eric Hermawan menyampaikan aspirasi sekaligus menjawab masalah yang dihadapi masyarakat Madura saat ini, Senin, 22 Juni 2026 (Sumber: Pribadi)
SUARAPERUBAHAN.COM, SAMPANG - Suasana penuh semangat menyelimuti Hotel PKPRI Kabupaten Sampang ketika Anggota DPR RI Daerah Pemilihan XI Jawa Timur, Eric Hermawan, menggelar agenda Serap Aspirasi Masyarakat MPR RI dengan tema "Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah". Senin, 22 Juni 2026.


Ratusan warga dari berbagai kalangan tokoh masyarakat, petani garam, pelaku UMKM, perwakilan pesantren, aparatur desa, hingga generasi muda memenuhi ruangan untuk menyampaikan langsung harapan dan keluhan mereka kepada wakilnya di Senayan.


Mengawali forum, Eric Hermawan berbicara dengan terus terang mengenai kondisi pembangunan Madura yang masih timpang. "Saya tidak akan berbicara manis-manis di sini. Mari kita akui, Madura masih tertinggal. Jalan masih rusak di banyak desa, air bersih masih sulit di pesisir, listrik belum merata hingga pulau-pulau kecil. Ini realitas yang harus kita hadapi bersama," ujarnya di hadapan peserta yang terdiam serius. 


Namun ia juga menyampaikan kabar baik, "Tapi saya ingin sampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan program Instruksi Presiden Jalan Daerah sepanjang 1.151 kilometer di Sampang. Ini bukti nyata bahwa Madura adalah prioritas nasional. Jangan sia-siakan ini, kita kawal bersama." Optimisnya.


Di sisi lain, Eric juga menyoroti potensi ekonomi Madura yang belum tergarap maksimal. "Petani garam kita masih berjuang melawan impor, petani tembakau kita terancam oleh kebijakan cukai yang memberatkan, dan pariwisata kita yang indah belum terkelola dengan baik. Ini semua harus kita ubah," tegasnya dengan nada optimis.


Memasuki sesi dialog, masyarakat antusias menyampaikan aspirasi. Para petani garam dari Kecamatan Pangarengan angkat bicara, "Pak Eric, harga garam kami jatuh terus, jalan menuju tambak rusak parah, dan garam impor masih masuk. Kami mohon perlindungan," ujar salah seorang petani dengan suara lirih namun penuh harap. 


Eric Hermawan merespons dengan tegas, "Saudara-saudara, saya berkomitmen untuk memperjuangkan teknologi industri garam agar kualitas dan produksi kita meningkat. Saya juga akan mengawal perbaikan akses jalan ke kawasan tambak garam. Dan mengenai impor, saya akan dorong pemerintah untuk serius mewujudkan swasembada garam. Petani garam Madura harus sejahtera, itu harga mati." tandasnya.


Para pelaku UMKM juga tak kalah vokal. Seorang perempuan pengusaha batik Madura mengeluhkan sulitnya akses permodalan dan pelatihan. "Kami punya produk bagus, tapi pasar sempit dan modal kecil. Bagaimana nasib kami, Pak?" tanyanya. 


Eric menjawab dengan penuh empati, "Ibu dan bapak UMKM adalah tulang punggung ekonomi Madura. Saya akan perjuangkan pelatihan manajemen usaha dan akses Kredit Usaha Rakyat dengan bunga rendah. Kita harus naik kelas, dari pasar lokal hingga nasional. Saya yakin produk Madura bisa bersaing." Jawab Eric.


Tak kalah ini isu cukai tembakau juga mengemuka. Seorang pengusaha rokok lokal menyampaikan kekhawatirannya, "Cukai tinggi membuat usaha kami mati dan rokok ilegal makin marak. Apa solusi Pak?" Eric menjawab dengan serius, Saya bersama Komisi XI DPR sedang mengusulkan kebijakan cukai murah sebagai jalan tengah. 


"Kami tidak ingin petani dan pengusaha lokal mati, tapi juga tidak ingin rokok ilegal merajalela. Ini sedang kami perjuangkan di tingkat nasional. Doakan kami."


Kegiatan yang berlangsung selama tiga jam ini diakhiri dengan doa bersama dan penandatanganan komitmen pengawalan aspirasi. Para peserta pulang dengan senyum dan harapan baru, yakin bahwa suara mereka telah didengar dan akan diperjuangkan di tingkat nasional. Dengan semangat kebersamaan, percepatan dan pemerataan pembangunan Madura bukan lagi mimpi, tetapi target yang harus segera diwujudkan. (Mel/Red)


Iklan

iklan