Iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

DPR RI Eric Hermawan: Nilai Adat Madura adalah Jembatan Harmoni Antar-Generasi

Suara Perubahan
8 Des 2025, 15:46 WIB Last Updated 2026-01-08T08:49:29Z
iklan

dpr ri, eric hermawan, madura, empat pilar mpr ri
Foto: Istimewa
SUARAPERUBAHAN.COM, BANGKALAN, Anggota DPR RI, Assoc. Prof. Dr. Eric Hermawan, M.T., M.M., menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Gedung DPD Golkar Bangkalan, Senin (8/12). Dalam forum yang mempertemukan tokoh sepuh dan kelompok milenial ini, Dr. Eric mengangkat tema kultural yang mendalam: "Pemanfaatan Nilai Adat Madura Menjaga Harmonisasi Generasi Muda dan Tua".


Kegiatan ini merespons fenomena pergeseran nilai di era digital yang kerap memicu kesenjangan komunikasi (gap generation) antara kaum tua sebagai penjaga tradisi dan kaum muda yang dinamis.


Dalam paparannya, Dr. Eric Hermawan menekankan bahwa nilai-nilai luhur dalam Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) sejatinya sudah tertanam dalam DNA kebudayaan Madura. Ia mencontohkan filosofi "Bhuppa’ Bhabbhu’ Ghuru Rato" (Hormat kepada Bapak, Ibu, Guru, dan Pemimpin) sebagai manifestasi nyata dari sila-sila Pancasila.


"Seringkali kita melihat benturan antara anak muda yang ingin serba cepat dan modern, dengan orang tua yang memegang teguh pakem adat. Padahal, adat Madura tidak anti-kemajuan. Justru nilai adat kita mengajarkan andhap asor (rendah hati) dan penghormatan. Sosialisasi Empat Pilar hari ini kita gunakan untuk mengingatkan kembali bahwa menjadi modern tidak berarti harus kehilangan jati diri kemaduraan kita," ujar Dr. Eric.


Legislator yang juga seorang akademisi ini mengajak generasi muda Bangkalan untuk melihat adat bukan sebagai beban masa lalu, melainkan sebagai filter (penyaring) di tengah arus globalisasi. Menurutnya, harmonisasi antara energi anak muda dan kearifan orang tua adalah modal sosial terbesar untuk kemajuan Bangkalan.


"Generasi tua harus menjadi penutun yang bijak, dan generasi muda harus menjadi penerus yang inovatif namun tetap beretika. Ketika nilai Tretan Dhibi' (Persaudaraan Sesama) kita pegang teguh, maka persatuan nasional pun otomatis terjaga. Inilah esensi dari Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks lokal kita," tegasnya.


Acara berlangsung dinamis dengan sesi dialog interaktif. Perwakilan pemuda menyampaikan tantangan mereka dalam beradaptasi dengan tuntutan zaman, sementara para sesepuh memberikan wejangan tentang pentingnya integritas. Dr. Eric hadir sebagai jembatan, menyimpulkan bahwa Empat Pilar adalah titik temu yang menyatukan kedua perspektif tersebut.


Menutup kegiatan, Dr. Eric Hermawan berharap agar Gedung DPD Golkar Bangkalan ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul politik, tetapi juga menjadi ruang dialektika budaya yang memperkuat kohesi sosial masyarakat Bangkalan.[Red/dody]

Iklan

iklan