![]() |
| Anggota DPR RI Komisi X, Nilam Sari Lawira |
Dalam forum tersebut, pemerintah memaparkan rencana strategis Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang berfokus pada pengembangan SDM dan transformasi perguruan tinggi sebagai pusat ekonomi. Menanggapi rencana tersebut, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi NasDem, Dr. Hj. Nilam Sari Lawira, SP., MP, memberikan catatan kritis agar kebijakan makro tersebut tidak melupakan aspek pemerataan.
“Komisi X tentu mendukung komitmen pemerintah dalam memperkuat SDM unggul, riset, dan pendidikan tinggi. Namun yang tidak kalah penting adalah memastikan kebijakan ini benar-benar dirasakan hingga daerah, khususnya di luar Pulau Jawa seperti Sulawesi Tengah,” tegas Nilam.
Legislator dari Dapil Sulawesi Tengah ini menekankan bahwa kenaikan anggaran harus dibarengi dengan kebijakan afirmatif bagi daerah yang masih tertinggal secara infrastruktur maupun terdampak bencana. Menurutnya, riset dan pengembangan SDM harus dikontekstualisasikan dengan kebutuhan lokal.
“Sulawesi Tengah memiliki tantangan sekaligus potensi besar. Kita membutuhkan penguatan perguruan tinggi daerah, peningkatan kualitas guru melalui revitalisasi LPTK dan PPG, serta riset terapan yang relevan dengan kebutuhan lokal, seperti pertanian, ketahanan pangan, kebencanaan, dan lingkungan,” paparnya.
Nilam juga mengingatkan agar kampus-kampus di daerah tidak hanya menjadi menara gading, melainkan terlibat aktif dalam penyelesaian masalah warga.
“Kampus di Sulawesi Tengah harus diberi ruang dan dukungan agar mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi lokal, pendamping masyarakat, serta mitra strategis pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan riil,” tambah Nilam.
Menutup pandangannya, Nilam meminta adanya pengawasan ketat terhadap transfer anggaran ke daerah agar kualitas belanja pendidikan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar serapan administratif.[mQ]
.png)
