![]() |
| Foto: Istimewa |
Dalam orasinya di hadapan tokoh masyarakat dan pemuda setempat, Dr. Eric Hermawan menjelaskan bahwa Islam dan kemajemukan di Indonesia adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Beliau memaparkan bahwa konsep Rahmatan lil 'Alamin yang dianut mayoritas masyarakat Madura sangat selaras dengan prinsip-prinsip Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
"Ketaatan beragama seharusnya menjadi motor penggerak bagi terciptanya masyarakat yang toleran dan saling menghargai di tengah keragaman suku maupun golongan," Katanya.
Lebih lanjut, legislator asal Madura ini mengingatkan bahwa tantangan di era digital saat ini semakin kompleks, terutama dengan munculnya narasi-narasi yang berpotensi membenturkan sentimen agama dengan semangat kebangsaan. Oleh karena itu, beliau mengajak masyarakat Sumenep untuk menjadikan Empat Pilar MPR RI yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai penyaring informasi sekaligus pedoman dalam kehidupan bernegara agar tidak mudah terprovokasi oleh isu intoleransi.
"Islam mengajarkan Rahmatan lil 'Alamin, dan Pancasila adalah titik temu (kalimatun sawa) yang memungkinkan kita hidup rukun dalam kemajemukan. Di Sumenep ini, kita harus membuktikan bahwa ketaatan beragama justru memperkuat cinta kita kepada tanah air," telaahnya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi Dr. Eric untuk menegaskan posisi masyarakat Madura sebagai pilar penting nasionalisme Indonesia. Beliau berharap masyarakat tidak hanya memahami Empat Pilar secara teoretis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam tindakan nyata sehari-hari demi menjaga keutuhan NKRI. Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan komitmen bersama dari para peserta untuk terus merawat tenun kebangsaan di Bumi Sumekar.[Red]
.png)
