Iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Seirama DEMA FDIKOM UIN Jakarta dan LHB Rajut Kepedulian di Jantung Ciputat

Dodi Adrian Febriansyah
1 Mar 2026, 21:01 WIB Last Updated 2026-03-01T14:01:25Z
iklan

Sumber: Pribadi
SUARAPERUBAHAN.COM, SUARAMUDA - Sore itu, 1/3/2026, denyut nadi Jalan Ir. H. Juanda, Ciputat, terasa lebih kencang dari biasanya. Deru mesin kendaraan bersahutan dengan klakson yang tak sabar, menciptakan simfoni khas kota satelit di penghujung hari. Di tengah hiruk-pikuk tersebut, sekelompok mahasiswa dengan jaket almamater hijau khas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tampak berkumpul dengan penuh semangat. Tepat pukul 16.30 WIB, mereka mulai bergerak menjalankan misi kebaikan bertajuk SEIRAMA (Serial Ramadhan Bersama).


Program SEIRAMA edisi Minggu ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) bersama komunitas sosial Lentera Huma Berhati. Fokus mereka jelas dan tulus menyebarkan 200 paket takjil untuk membantu masyarakat yang masih berjuang di jalanan agar tetap bisa berbuka puasa dengan layak.


Sinergi Tanpa Batas di Hari Minggu


Kolaborasi ini lahir dari semangat untuk "menyamakan irama" dalam menebar manfaat. DEMA FDIKOM sebagai representasi intelektual muda, dan Lentera Huma Berhati yang bergerak di bidang literasi sosial, memandang bahwa Ramadan adalah momentum terbaik untuk turun langsung ke akar rumput. Tanpa perlu sekat birokrasi yang kaku, para relawan langsung bergerak taktis menyiapkan paket-paket takjil yang telah disiapkan sebelumnya.


Menu yang dibagikan sore itu dipilih berdasarkan apa yang paling dibutuhkan untuk membatalkan puasa di tengah kemacetan kesegaran air mineral untuk melepas dahaga, gurihnya aneka gorengan yang masih hangat, serta manisnya kue-kue tradisional untuk mengembalikan energi yang terkuras seharian. Pilihan menu ini mencerminkan kesederhanaan namun penuh kehangatan, sebagaimana filosofi "Huma" yang berarti rumah.


Dari Halte Kampus 1 hingga Lorong Kampung Utan


Titik aksi dimulai tepat di depan Halte Kampus 1 UIN Jakarta. Lokasi ini merupakan titik krusial di mana para pejuang nafkah seringkali melintas atau sekadar menepi sejenak menanti penumpang. Dengan senyum ramah yang tak luntur oleh debu jalanan, para mahasiswa menghampiri setiap elemen masyarakat. Paket takjil berpindah tangan kepada para pengemudi ojek online yang sedang memantau aplikasi, hingga para pemulung yang tengah berteduh di samping gerobak mereka.


Tak berhenti di situ, tim SEIRAMA kemudian menyisir area Jalan Kampung Utan. Di sana, mereka menjumpai pemandangan yang menyentuh hati, para pengayuh becak yang masih setia menunggu penumpang di sisa-sisa cahaya matahari. Sorot mata lelah para orang tua pengayuh becak tersebut seketika berbinar saat menerima bungkusan takjil dan botol air mineral dingin dari tangan para mahasiswa.


"Terima kasih banyak, Nak. Kebetulan bapak belum sempat beli apa-apa buat buka nanti," ujar salah satu pengayuh becak dengan suara serak namun penuh syukur. Kalimat sederhana itu menjadi pengingat bagi seluruh relawan tentang pentingnya kehadiran mereka di sana.


Lebih dari Sekadar Berbagi Makanan


Narasi yang ingin dibangun dalam SEIRAMA bukan hanya soal distribusi logistik semata. Di balik setiap bungkus gorengan dan kue manis, ada pesan tentang keberpihakan mahasiswa terhadap masyarakat kecil. Ketua Umum Terpilih DEMA FDIKOM Masa Bakti 2026 menyampaikan, “Kegiatan ini diharapkan dapat menghidupkan kembali peran mahasiswa sebagai sahabat terdekat masyarakat, anak yang akan selalu peduli dengan ayah dan ibunya di masyarakat, bahkan adik-adiknya yang barangtentu kita disatukan atas dasar saudara seiman dan sebangsa. Kita melebur menjadi kesatuan utuh dengan masyarakat.” 


Interaksi singkat antara mahasiswa dan elemen masyarakat dari ojol, pemulung, hingga pengayuh beca menciptakan ruang dialog yang manusiawi. Mahasiswa tidak lagi dipandang sebagai sosok yang jauh di "menara gading" kampus, melainkan sebagai kawan yang peduli pada realitas sosial tepat di depan gerbang kampus mereka sendiri.


Lentera Huma Berhati memainkan peran penting dalam menjaga nilai humanitas dalam aksi ini. Mereka menekankan bahwa berbagi bukan sekadar memberi, tapi juga menghormati. Setiap paket diberikan dengan tatapan mata yang tulus dan ucapan doa, menciptakan suasana yang nyaman bagi siapa saja yang ditemui di sepanjang jalan. 


Waktu terus berjalan hingga mendekati pukul 18.00 WIB. Saat langit Ciputat mulai menggelap dan suara azan Magrib akhirnya berkumandang dari masjid-masjid sekitar, 200 paket takjil telah tersalurkan sepenuhnya. Para relawan dari DEMA FDIKOM dan Lentera Huma Berhati pun berbuka puasa bersama secara sederhana di trotoar jalan, merasakan langsung pengalaman berbuka di ruang publik sebagaimana masyarakat yang mereka bantu tadi. Kegiatan SEIRAMA pada Minggu, 1 Maret 2026 ini meninggalkan kesan mendalam. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa ilmu Komunikasi dan Dakwah yang dipelajari di bangku kuliah akan jauh lebih bermakna jika diwujudkan dalam tindakan nyata (dakwah bil-hal).


Pihak Lentera Huma Berhati pun berharap kolaborasi ini menjadi awal dari rangkaian "serial" kebaikan lainnya selama bulan suci. Program SEIRAMA telah membuktikan bahwa ketika mahasiswa dan komunitas bergerak dalam satu irama yang sama, beban masyarakat dapat sedikit teringankan. Di tengah riuh rendahnya Ciputat, sore itu ada sebuah cerita tentang kepedulian yang mengalir setenang air mineral dan semanis kue-kue yang dibagikan.



(dy/daf) 

Iklan

iklan