SUARAPERUBAHAN.COM, PERISTIWA - Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, program International Youth Connection (IYC) Batch 4: Earth Day Special Edition sukses diselenggarakan di Kuala Lumpur, pada 20–23 April 2026. Puncak acara yang berlangsung pada 22/4/2026 ini menghadirkan diskusi internasional dan kompetisi inovasi pemuda yang berfokus pada penanganan krisis iklim global.
Foto: Istimewa
Mengusung tema “Climate Resilience: Empowering Youth for a Sustainable Future,” sesi International Discussion menghadirkan pembicara utama dari Malaysia, Muhammad Thaqeef Farhan Bin Alwan, Head of Volunteer Coordinator YOSH Malaysia. Dalam paparannya, Thaqeef menekankan bahwa pemuda bukan sekadar penonton dalam perubahan iklim, melainkan aktor utama.
"Pemuda memiliki energi, kreativitas, dan kepedulian yang tinggi terhadap isu lingkungan. Dengan dukungan yang tepat, mereka mampu menciptakan dampak nyata bagi masa depan bumi. Melalui pendekatan kolaborasi lintas batas, anak muda didorong untuk tidak hanya menjadi bagian dari solusi, tetapi juga menjadi penggerak utama inovasi berkelanjutan," ujar Thaqeef.
Setelah sesi diskusi, acara dilanjutkan dengan presentasi proyek dari 8 kelompok delegasi. Setiap kelompok memaparkan inovasi strategis yang berkaitan dengan SDG 13: Climate Action. Ide-ide inovatif tersebut dinilai langsung oleh dewan juri ahli, yaitu Nur Syifa Nadiastuti (Edu Content Creator) dan Putri Melta Sari (Co-Founder Trash Ranger Indonesia).
Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan debat antar delegasi yang berlangsung dinamis, membahas kebijakan dan aksi iklim dari berbagai sudut pandang pemuda Indonesia. Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi para peserta, IYC Batch 4 ditutup dengan sesi Awarding Night yang mengumumkan pemenang dalam beberapa kategori:
Best Group, Best Project, Best Presentation, Best Delegate, The Most Active, The Most Enthusiastic Team, The Most Innovative Idea, The Most Impactful Team, The Most Collaborative Team.
Hikmatul Aulia sebagai Project Leader IYC Batch 4, menekankan pentingnya wadah kolaborasi seperti ini bagi generasi muda.
"IYC hadir sebagai ruang bagi pemuda Indonesia yang tidak hanya ingin menjadi penonton, tapi mau turun tangan dan berdampak. Kami ingin memastikan bahwa setiap gagasan yang lahir di program ini memiliki ruang untuk tumbuh. Harapannya, IYC terus konsisten menjadi wadah bagi para pemuda yang siap belajar di kancah internasional," tegasnya.
Program yang berlangsung selama 4 hari 3 malam ini berjalan dengan lancar. Melalui IYC Batch 4, diharapkan para alumni delegasi dapat membawa pulang jejaring internasional serta semangat kolaborasi untuk mengimplementasikan solusi iklim di komunitas atau daerah masing-masing, demi menjaga kelestarian bumi bagi generasi mendatang.
(dy/daf)
