Di hadapan peserta, Eric menyampaikan bahwa Empat Pilar,
yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, adalah
kesepakatan luhur para pendiri bangsa. Ia mengingatkan bahwa para ulama turut
berperan dalam perumusan dasar negara, sehingga nilai-nilai kebangsaan dan
nilai-nilai keagamaan tidak perlu dipertentangkan.
"Pesantren telah lama menjadi benteng moral bangsa dan
ikut menjaga kemerdekaan ini. Empat Pilar bukan sesuatu yang asing bagi kaum
santri. Semangat cinta tanah air, menjaga persaudaraan, dan mengutamakan
musyawarah sudah hidup dalam tradisi kita," ujar Eric.
Eric juga menautkan Empat Pilar dengan kearifan lokal
masyarakat Madura. Falsafah bhuppa', bhabbu', guru, rato (bapak, ibu,
guru, pemimpin) yang menempatkan sikap hormat pada orang tua, guru, dan
pemimpin, menurutnya sejalan dengan semangat menaati konstitusi dan menghargai
kepemimpinan yang sah. Tradisi tolong-menolong dan kekeluargaan di desa-desa
Pamekasan pun mencerminkan nilai gotong royong dalam sila-sila Pancasila.
Menyinggung sebutan Pamekasan sebagai Kota Gerbang Salam,
Eric mengajak semua pihak menjaga suasana yang damai dan rukun. Ia meminta
ulama dan santri mengedepankan moderasi beragama, menolak paham intoleran dan
radikal, serta tidak mudah terpancing provokasi dan informasi yang belum jelas
kebenarannya.
"Madura kaya dengan perbedaan pandangan, tetapi kita
punya adab untuk menyikapinya. Kalau ada perbedaan, kita bicarakan dengan
kepala dingin dan hati yang lapang. Itulah Bhinneka Tunggal Ika yang hidup di
tengah masyarakat," katanya.
Dalam sesi dialog, peserta menyampaikan harapan dan aspirasi
terkait [isi aspirasi, misalnya dukungan bagi pendidikan pesantren, pembangunan
infrastruktur desa, atau pemberdayaan ekonomi warga]. Eric menyatakan akan
menampung seluruh masukan tersebut dan memperjuangkannya sesuai tugas dan
kewenangannya sebagai anggota DPR RI.
Menutup kegiatan, Eric berharap para kiai, ustaz, dan santri
terus menjadi teladan persatuan. "Kami mohon doa dan dukungan para ulama
agar kami dapat menjalankan amanah dengan baik. Dari Pamekasan, mari kita
tunjukkan bahwa keberagaman dan keimanan bisa berjalan seiring untuk Indonesia
yang kuat," tuturnya.[Red]
.png)
