Iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Dari Tanah Gerbang Salam, Eric Hermawan Ajak Santri dan Tokoh Masyarakat Rawat Persatuan Lewat Empat Pilar

Suara Perubahan
26 Sep 2026, 15:38 WIB Last Updated 2026-09-26T08:38:00Z
iklan

DPR RI, EMPAR PILAR
DPR RI Assoc. Prof. Dr. Eric Hermawan, M.T., M.M. mengadakan dengan pengasuh pesantren, santri, dan tokoh masyarakat dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pamekasan, Sabtu (26/9/2026). [Sumber foto:Istimewa]
SUARAPERUBAHAN.COM, PAMEKASAN - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Assoc. Prof. Dr. Eric Hermawan, M.T., M.M., melanjutkan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026). Kali ini sasarannya adalah kalangan pesantren dan tokoh masyarakat. Kegiatan di Gedung Ralita FM, Kabupaten Pamekasna tersebut dihadiri sejumlag peserta, terdiri atas pengasuh pesantren, ulama, para santri, serta tokoh masyarakat dan perangkat desa.


Di hadapan peserta, Eric menyampaikan bahwa Empat Pilar, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, adalah kesepakatan luhur para pendiri bangsa. Ia mengingatkan bahwa para ulama turut berperan dalam perumusan dasar negara, sehingga nilai-nilai kebangsaan dan nilai-nilai keagamaan tidak perlu dipertentangkan.


"Pesantren telah lama menjadi benteng moral bangsa dan ikut menjaga kemerdekaan ini. Empat Pilar bukan sesuatu yang asing bagi kaum santri. Semangat cinta tanah air, menjaga persaudaraan, dan mengutamakan musyawarah sudah hidup dalam tradisi kita," ujar Eric.


Eric juga menautkan Empat Pilar dengan kearifan lokal masyarakat Madura. Falsafah bhuppa', bhabbu', guru, rato (bapak, ibu, guru, pemimpin) yang menempatkan sikap hormat pada orang tua, guru, dan pemimpin, menurutnya sejalan dengan semangat menaati konstitusi dan menghargai kepemimpinan yang sah. Tradisi tolong-menolong dan kekeluargaan di desa-desa Pamekasan pun mencerminkan nilai gotong royong dalam sila-sila Pancasila.


Menyinggung sebutan Pamekasan sebagai Kota Gerbang Salam, Eric mengajak semua pihak menjaga suasana yang damai dan rukun. Ia meminta ulama dan santri mengedepankan moderasi beragama, menolak paham intoleran dan radikal, serta tidak mudah terpancing provokasi dan informasi yang belum jelas kebenarannya.


"Madura kaya dengan perbedaan pandangan, tetapi kita punya adab untuk menyikapinya. Kalau ada perbedaan, kita bicarakan dengan kepala dingin dan hati yang lapang. Itulah Bhinneka Tunggal Ika yang hidup di tengah masyarakat," katanya.


Dalam sesi dialog, peserta menyampaikan harapan dan aspirasi terkait [isi aspirasi, misalnya dukungan bagi pendidikan pesantren, pembangunan infrastruktur desa, atau pemberdayaan ekonomi warga]. Eric menyatakan akan menampung seluruh masukan tersebut dan memperjuangkannya sesuai tugas dan kewenangannya sebagai anggota DPR RI.


Menutup kegiatan, Eric berharap para kiai, ustaz, dan santri terus menjadi teladan persatuan. "Kami mohon doa dan dukungan para ulama agar kami dapat menjalankan amanah dengan baik. Dari Pamekasan, mari kita tunjukkan bahwa keberagaman dan keimanan bisa berjalan seiring untuk Indonesia yang kuat," tuturnya.[Red]

Iklan

iklan