Iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Senator Henock Puraro Tingkatkan Pemahaman Persatuan Para Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI)

Suara Perubahan
15 Sep 2026, 13:04 WIB Last Updated 2026-09-18T06:04:36Z
iklan

papua, dpr ri
Istimewa
SUARAPERUBAHAN.COM, JAYAPURA - Anggota MPR RI sekaligus Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua, Henock Puraro, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kota Jayapura. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara (15/09).


Dalam kegiatan itu, Henock yang akrab disapa Mas Pur mengajak jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) di Papua untuk tidak berhenti pada pemahaman Pancasila secara konseptual, tetapi merealisasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, semangat kemanusiaan, persatuan, gotong royong, keadilan, dan penghormatan terhadap perbedaan harus terus tumbuh dari lingkungan keluarga, gereja hingga kehidupan sosial masyarakat.


Putera daerah Sentani tersebut juga menekankan pentingnya peran gereja dalam mengambil andil membangun karakter kebangsaan di Tanah Papua. Gereja, kata Henock, memiliki posisi strategis dalam membina umat sekaligus menanamkan nilai persaudaraan, toleransi, kedamaian dan penghormatan terhadap keberagaman di tengah masyarakat.


Mas Pur berharap Sosialisasi Empat Pilar tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan kesadaran bersama untuk menjaga kehidupan masyarakat Papua yang damai dan harmonis. Nilai-nilai kebangsaan, menurutnya, perlu hadir dalam tindakan nyata, termasuk dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan suku, agama, budaya dan berbagai dinamika sosial.


Menutup keterangannya kepada media, mantan Kepala TVRI Papua itu turut mengingatkan besarnya terpaan media dan media sosial terhadap generasi muda. Ia mengajak keluarga, gereja, sekolah dan masyarakat untuk bersama-sama membangun literasi digital serta membentengi generasi muda dari konten maupun pengaruh yang bertentangan dengan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan. 


“Generasi kita harus tumbuh menjadi generasi yang cakap mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap berakar kuat pada Pancasila, persatuan, toleransi dan kecintaan kepada Indonesia,” ujarnya. [Red]

Iklan

iklan