![]() |
| Assoc. Prof. Dr. Eric Hermawan, M.T., M.M. memaparkan materi Empat Pilar MPR RI di hadapan mahasiswa dan pelajar di Pamekasan, Rabu (16/9/2026). [Sumber foto: Istimewa |
Dalam paparannya, Eric menegaskan bahwa Empat Pilar, yaitu
Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, bukan sekadar
bahan hafalan. Menurutnya, keempatnya adalah pegangan sikap yang harus hadir
dalam keseharian anak muda, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
"Anak muda Pamekasan hidup di dua ruang sekaligus:
ruang nyata di kampus, sekolah, dan kampung, serta ruang digital yang tanpa
batas. Di dua ruang itu Empat Pilar harus menjadi kompas. Sebelum membagikan
sebuah informasi, tanyakan dulu, apakah ini menyatukan atau justru memecah
belah," ujar Eric.
Eric mengaitkan setiap pilar dengan pengalaman generasi
muda. Nilai Pancasila, seperti musyawarah, gotong royong, dan keadilan, dapat
dipraktikkan lewat organisasi kampus dan kegiatan kepemudaan. UUD 1945 menjadi
dasar hak dan kewajiban warga negara, termasuk hak menyampaikan pendapat secara
santun dan bertanggung jawab. NKRI mengingatkan bahwa persatuan harus dijaga
lintas daerah dan lintas platform media sosial. Sementara Bhinneka Tunggal Ika
menuntut sikap menghargai perbedaan suku, agama, dan pandangan.
Ia juga mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi untuk
hal produktif, mulai dari literasi digital dan kewirausahaan daring hingga
pembuatan konten yang mengangkat potensi lokal, seperti batik tulis Pamekasan
dan budaya Madura.
"Kita tidak meminta anak muda menjauh dari teknologi.
Justru kita ingin mereka menjadi pelopor: membuat konten yang mencerdaskan,
mengangkat batik dan budaya Madura, serta berdiri paling depan melawan hoaks
dan ujaran kebencian," katanya.
Dalam sesi dialog, para peserta aktif mengajukan pertanyaan
seputar [isi topik pertanyaan peserta, misalnya penyebaran hoaks, peran pemuda
dalam pembangunan daerah, atau peluang usaha bagi anak muda]. Eric menjawab
setiap pertanyaan dan berjanji membawa aspirasi yang muncul ke pembahasan di
DPR RI.
Di akhir kegiatan, Eric berharap peserta tidak hanya membawa
pulang materi, tetapi juga tanggung jawab. "Saya ingin adik-adik menjadi
duta persatuan di kampus, di sekolah, dan di media sosial masing-masing. Bangsa
ini kuat kalau anak mudanya punya karakter," tuturnya.[Red]
.png)
.jpeg)