Iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Eric Hermawan: Empat Pilar Jadi Kompas Generasi Muda Pamekasan Hadapi Derasnya Arus Digital

Suara Perubahan
16 Sep 2026, 15:33 WIB Last Updated 2026-09-20T08:34:13Z
iklan

 

DPR RI, ERIC HERMAWAN
Assoc. Prof. Dr. Eric Hermawan, M.T., M.M. memaparkan materi Empat Pilar MPR RI di hadapan mahasiswa dan pelajar di Pamekasan, Rabu (16/9/2026). [Sumber foto: Istimewa
SUARAPERUBAHAN.COM, PAMEKASAN - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Assoc. Prof. Dr. Eric Hermawan, M.T., M.M., menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (16/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Pamekasan ini diikuti puluhan peserta dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan pengurus organisasi kepemudaan.


Dalam paparannya, Eric menegaskan bahwa Empat Pilar, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, bukan sekadar bahan hafalan. Menurutnya, keempatnya adalah pegangan sikap yang harus hadir dalam keseharian anak muda, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.


"Anak muda Pamekasan hidup di dua ruang sekaligus: ruang nyata di kampus, sekolah, dan kampung, serta ruang digital yang tanpa batas. Di dua ruang itu Empat Pilar harus menjadi kompas. Sebelum membagikan sebuah informasi, tanyakan dulu, apakah ini menyatukan atau justru memecah belah," ujar Eric.


Eric mengaitkan setiap pilar dengan pengalaman generasi muda. Nilai Pancasila, seperti musyawarah, gotong royong, dan keadilan, dapat dipraktikkan lewat organisasi kampus dan kegiatan kepemudaan. UUD 1945 menjadi dasar hak dan kewajiban warga negara, termasuk hak menyampaikan pendapat secara santun dan bertanggung jawab. NKRI mengingatkan bahwa persatuan harus dijaga lintas daerah dan lintas platform media sosial. Sementara Bhinneka Tunggal Ika menuntut sikap menghargai perbedaan suku, agama, dan pandangan.


Ia juga mendorong generasi muda memanfaatkan teknologi untuk hal produktif, mulai dari literasi digital dan kewirausahaan daring hingga pembuatan konten yang mengangkat potensi lokal, seperti batik tulis Pamekasan dan budaya Madura.


"Kita tidak meminta anak muda menjauh dari teknologi. Justru kita ingin mereka menjadi pelopor: membuat konten yang mencerdaskan, mengangkat batik dan budaya Madura, serta berdiri paling depan melawan hoaks dan ujaran kebencian," katanya.


Dalam sesi dialog, para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar [isi topik pertanyaan peserta, misalnya penyebaran hoaks, peran pemuda dalam pembangunan daerah, atau peluang usaha bagi anak muda]. Eric menjawab setiap pertanyaan dan berjanji membawa aspirasi yang muncul ke pembahasan di DPR RI.


Di akhir kegiatan, Eric berharap peserta tidak hanya membawa pulang materi, tetapi juga tanggung jawab. "Saya ingin adik-adik menjadi duta persatuan di kampus, di sekolah, dan di media sosial masing-masing. Bangsa ini kuat kalau anak mudanya punya karakter," tuturnya.[Red]

Iklan

iklan