![]() |
| Foto: Istimewa |
Dalam pemaparannya di hadapan para tokoh masyarakat, pemuda, dan elemen warga Sumenep, Dr. Eric Hermawan menyoroti fenomena disrupsi informasi yang sering kali memicu polarisasi dan kegaduhan di ruang publik. Beliau menjelaskan bahwa di tengah banjir informasi yang serba cepat dan terkadang destruktif, nilai-nilai Empat Pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, harus menjadi jangkar bagi masyarakat agar tetap memiliki pikiran yang jernih dan positif dalam menyaring setiap konten yang diterima.
Lebih lanjut, legislator asal Madura ini memaparkan bahwa pikiran positif bukan sekadar sikap optimis, melainkan kemampuan kritis untuk membedakan antara fakta dan disinformasi yang berpotensi memecah belah bangsa. Beliau menegaskan bahwa menjaga nalar sehat adalah bentuk patriotisme modern, di mana setiap warga negara bertanggung jawab untuk tidak menjadi penyebar berita bohong yang dapat merusak tenun kebangsaan.
"Di era disrupsi ini, informasi datang seperti air bah yang sulit dibendung. Jika kita tidak memiliki jangkar nilai yang kuat seperti Pancasila, kita akan mudah terombang-ambing oleh berita bohong atau narasi yang destruktif. Merawat pikiran positif adalah cara kita menjaga kedaulatan berpikir di tengah gempuran teknologi. Kita harus mengedepankan prinsip tabayyun atau kroscek informasi sebelum membagikannya. Jangan biarkan jempol kita bergerak lebih cepat daripada logika," tegas Dr. Eric Hermawan dalam orasinya.
Beliau juga menambahkan bahwa masyarakat Sumenep memiliki modal sosial berupa etika dan sopan santun yang tinggi, yang seharusnya tercermin pula dalam interaksi di dunia maya. Dr. Eric berharap melalui penguatan Empat Pilar ini, masyarakat Madura dapat menjadi teladan dalam beretika di dunia digital serta mampu mentransformasikan derasnya arus informasi menjadi peluang produktif bagi kemajuan daerah.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan komitmen bersama para peserta untuk senantiasa mengedepankan semangat persaudaraan dan menjaga ruang digital tetap sehat. Dengan pemahaman yang kuat terhadap fondasi negara, diharapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu intoleransi yang sering kali menyusup melalui celah disrupsi informasi.[Haq]
.png)
