![]() |
| Foto: Istimewa |
Dalam pemaparannya, Henock Puraro yang akrab disapa Mas Pur menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika — bukan sekadar konsep normatif, melainkan pedoman hidup berbangsa dan bernegara yang harus diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Mas Pur, putra daerah Sentani, Anak Kampung Harapan, sekaligus Wartawan TVRI Senior, menyampaikan bahwa Papua memiliki kekuatan budaya dan nilai gotong royong yang sejalan dengan semangat Pancasila. Karena itu, generasi muda Papua harus menjadi pelopor dalam merawat persatuan dan mencegah perpecahan.
“Pancasila tidak boleh berhenti di ruang seminar atau forum resmi. Pancasila harus hidup di rumah, di gereja, di kampus, dan di tengah masyarakat. Di situlah peran strategis pemuda seperti GAMKI,” tegasnya.
Sebagai Anggota DPD RI Dapil Papua di Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Mas Pur menekankan bahwa tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, mulai dari arus informasi digital, polarisasi sosial, hingga ancaman disintegrasi. Ia menilai, gerakan kepemudaan memiliki posisi vital sebagai agen edukasi dan perekat sosial.
Menurutnya, GAMKI harus tampil sebagai gerakan moral dan intelektual yang aktif memasyarakatkan Pancasila melalui aksi nyata, seperti pendidikan karakter, dialog lintas agama, penguatan toleransi, serta keterlibatan dalam pembangunan daerah.
“Pemuda tidak boleh apatis. Pemuda harus hadir memberi solusi. Ketika nilai Pancasila dipraktikkan dalam sikap saling menghargai, bekerja keras, dan menjaga persatuan, maka Papua akan maju dan Indonesia akan kuat,” ujarnya lugas.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta dari GAMKI Jayapura menyampaikan komitmen untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan memperluas edukasi kebangsaan di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, Mas Pur berharap lahir kader-kader muda Papua yang berintegritas, nasionalis, dan mampu menjadi teladan dalam mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan di setiap lini kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. [Red]
.png)
