![]() |
| Foto: Istimewa |
Dalam sambutannya, Puraro menekankan bahwa pemahaman 4 Pilar Kebangsaan sangat penting bagi siswa, termasuk mereka yang belajar di sekolah pertanian. “Nilai-nilai kebangsaan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tidak hanya di sekolah, tapi juga saat bekerja dan berinteraksi dengan masyarakat,” kata Puraro. Menurutnya, siswa Sekolah Pertanian memiliki peran strategis dalam pembangunan lokal, sehingga pemahaman kebangsaan akan memperkuat tanggung jawab sosial mereka.
Sosialisasi yang berlangsung interaktif ini menghadirkan sesi tanya jawab yang hangat antara siswa dan Puraro. Mas Pur menekankan bahwa implementasi pilar kebangsaan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti disiplin dalam belajar, kerja sama dengan teman, menghargai perbedaan, dan menjaga lingkungan pertanian sekitar. “Generasi muda harus bisa menjadi contoh dalam menjaga persatuan dan nilai-nilai Pancasila, sekaligus berkontribusi pada pembangunan daerahnya,” tambah Puraro.
Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Banyak yang bertanya mengenai bagaimana nilai-nilai kebangsaan dapat diaplikasikan dalam kegiatan pertanian dan kewirausahaan. Puraro memberikan contoh konkret, seperti kerja sama dalam kelompok tani, menerapkan etika profesional, dan menjaga keberagaman budaya dalam komunitas. Dengan cara ini, sosialisasi tidak hanya teori, tetapi juga relevan dengan kehidupan sehari-hari para siswa.
Kepala Sekolah Pertanian Distrik Sentani memberikan apresiasi atas kehadiran Puraro, yang juga dikenal sebagai mantan wartawan TVRI. Ia menyebut kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membentuk karakter siswa yang tidak hanya kompeten di bidang pertanian, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang tinggi. Dengan pemahaman dan implementasi 4 Pilar Kebangsaan, diharapkan siswa dapat menjadi generasi produktif, bertanggung jawab, dan siap menjaga persatuan serta kemajuan daerah Sentani dan Indonesia.[RL]
.png)
