![]() |
| Sumber: Istimewa |
Anggota DPD RI Papua yang akrab disapa Mas Pur itu menekankan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban moral seluruh masyarakat, termasuk generasi muda dan lembaga adat. Menurutnya, hutan, Danau Sentani, sumber mata air, dan tanah adat merupakan kekayaan alam sekaligus warisan leluhur yang menopang kehidupan masyarakat. Karena itu, kelestariannya harus dijaga agar pembangunan hari ini tidak mengorbankan hak hidup generasi mendatang.
Senator Papua tersebut juga mengingatkan pentingnya perlindungan kawasan hutan dan cagar alam dari aktivitas pembukaan maupun alih fungsi lahan yang melanggar ketentuan. Ia menyoroti potensi kerusakan ekosistem, banjir, tanah longsor, serta berkurangnya sumber air akibat pemanfaatan lahan yang mengabaikan daya dukung lingkungan. Putera daerah Sentani itu menegaskan bahwa pembangunan harus berjalan seimbang dengan perlindungan alam, penghormatan terhadap hak masyarakat adat, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.[Red]
Dalam pemaparannya, mantan Kepala TVRI Papua tersebut mengaitkan tanggung jawab merawat lingkungan dengan pengamalan Empat Pilar MPR RI, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia berpandangan bahwa kecintaan terhadap bangsa tidak cukup diwujudkan melalui semboyan persatuan, tetapi harus tercermin dalam perilaku nyata menjaga alam, menghormati kearifan lokal, dan melindungi ruang hidup masyarakat. Kesadaran ekologis, menurutnya, merupakan bagian penting dari tanggung jawab warga negara terhadap masa depan Indonesia.
Mas Pur yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas PTSP menilai tokoh masyarakat dan pemangku tanah adat memiliki peran strategis dalam mengawasi pemanfaatan lahan serta mencegah kerusakan kawasan hutan di Sentani. Ia mendorong penguatan pendidikan lingkungan sejak lingkungan keluarga, kampung, dan komunitas adat agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keseimbangan alam. Pelestarian lingkungan, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa menghilangkan identitas budaya dan hak-hak masyarakat adat Papua.
Menutup kegiatan sosialisasi tersebut, Henock Puraro kembali mengingatkan bahwa merawat lingkungan Sentani berarti menjaga masa depan Papua sekaligus masa depan bangsa Indonesia. Senator Papua itu mendorong pemerintah daerah, lembaga adat, dan seluruh elemen masyarakat memperkuat kerja sama dalam melindungi hutan, danau, serta tanah ulayat dari ancaman kerusakan. Baginya, menjaga alam bukan sekadar mempertahankan kekayaan lingkungan, melainkan merawat sumber kehidupan, martabat masyarakat adat, dan warisan berharga bagi generasi Papua yang akan datang.
.png)
