Iklan

Iklan

iklan
,

Iklan

iklan

Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Sampang, Dr. Eric Hermawan Tegaskan Garam Madura Adalah Benteng Kedaulatan Pangan Nasional

Suara Perubahan
9 Des 2025, 16:01 WIB Last Updated 2026-01-08T09:07:33Z
iklan

eric hermawan, dpr ri, empat pilar mpr ri
Foto: Istimewa
SUARAPERUABAHAN.COM, SAMPANG - Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Madura), Assoc. Prof. Dr. Eric Hermawan, M.T., M.M., menyerukan perlunya reorientasi kebijakan nasional terhadap komoditas garam rakyat. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) yang digelar di Hotel Bahagia, Kabupaten Sampang, Selasa (9/12).


Di hadapan ratusan peserta yang memadati aula terdiri dari perwakilan kelompok tani garam (Pugar), mahasiswa, tokoh agama, hingga pelaku UMKM pesisir—Dr. Eric mengangkat tema yang sangat relevan dengan denyut nadi perekonomian Sampang, yakni "Ekonomi Garam Sebagai Pertahanan Pangan dan Kedaulatan".


Dalam paparan materinya, Dr. Eric Hermawan tidak hanya mengupas sisi normatif dari Empat Pilar, namun menukik tajam pada implementasi Pasal 33 UUD 1945. Ia menegaskan bahwa garam tidak boleh dipandang sebelah mata hanya sebagai komoditas pelengkap, melainkan aset strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak.


"Bicara Empat Pilar di Sampang terasa hampa jika kita menutup mata pada nasib petani garam. Amanat konstitusi kita jelas: bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Maka, membiarkan harga garam anjlok dan membiarkan impor merajalela saat panen raya adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Kelima, Keadilan Sosial," tegas Dr. Eric yang disambut tepuk tangan riuh peserta.


Sebagai seorang akademisi dan praktisi ekonomi, Dr. Eric menguraikan bahwa pertahanan negara di era modern tidak hanya soal militer, tetapi juga ketahanan pangan (food security). Ia menyoroti ironi Indonesia sebagai negara maritim dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, namun masih belum berdaulat dalam urusan garam.


"Sampang adalah salah satu lumbung garam terbesar nasional. Jika kita ingin Madura Berdikari, jika kita ingin Indonesia berdaulat, mulailah dengan memuliakan petani garamnya. Kedaulatan itu absolut, tidak bisa ditawar. Ketika kita bergantung pada garam asing untuk industri dan konsumsi, di situlah kedaulatan kita tergerus," ujar Dr. Eric.


Ia menambahkan bahwa semangat nasionalisme (NKRI) harus diterjemahkan ke dalam kebijakan proteksi dan pemberdayaan. Dr. Eric mendorong adanya political will yang kuat dari pemerintah pusat untuk melakukan hilirisasi produk garam rakyat agar memiliki nilai tambah, bukan sekadar menjual bahan baku mentah (krosok) dengan harga murah.


Suasana sosialisasi berlangsung hangat dan dinamis. Dalam sesi dialog, perwakilan petani garam menyampaikan keluhan klasik mengenai ketidakpastian harga dan minimnya teknologi produksi. Menanggapi hal tersebut, Dr. Eric berkomitmen untuk membawa isu ini ke meja rapat Komisi di DPR RI dan mendesak kementerian terkait untuk turun tangan.


"Sosialisasi Empat Pilar ini adalah momentum kita menyamakan frekuensi. Bahwa menjaga persatuan Indonesia itu dimulai dari perut yang kenyang dan ekonomi yang adil. Saya, Dr. Eric Hermawan, mewakafkan diri saya untuk menjadi penyambung lidah Bapak Ibu sekalian di Senayan. Kita pastikan regulasi ke depan harus pro-garam rakyat," janjinya.


Membangun Generasi Muda Madura


Selain isu ekonomi, Dr. Eric juga menyoroti peran generasi muda Sampang. Ia mengajak kaum milenial untuk tidak malu menjadi petani garam modern. Dengan sentuhan teknologi dan inovasi manajemen, sektor ini bisa menjadi pilar ekonomi masa depan Madura yang menjanjikan.


"Bhineka Tunggal Ika mengajarkan kita bersatu dalam perbedaan. Mari elemen tua dan muda bersatu, ulama dan umara bersinergi. Kita jadikan Sampang bukan lagi daerah tertinggal, tapi daerah penyangga kedaulatan pangan nasional," pungkasnya menutup acara.


Kegiatan diakhiri dengan penyerahan buku paket materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dan foto bersama dengan para konstituen. Kehadiran Dr. Eric di Sampang ini menjadi bukti nyata komitmen legislator pusat untuk terus turun ke bawah (turba), menyerap aspirasi, dan memberikan edukasi kebangsaan yang solutif. [Red/mq]

Iklan

iklan